Cara Setting/Setup Dropbear pada VPS untuk SSH Debian 6

214 views

Setup Setting Dropbear  pada VPS Debian 6 - Selamat pagi shobat Akun SSH Premium Murah, Kali ini saya akan menuliskan artikel Khusus untuk para pengguna VPS atau bagi shobat yang pengen belajar menggunakan VPS, lebih-lebih para shobat penjual account ssh atau anda yang berjualan account ssh DISINIlah tempat belajar hal itu dalam kesempatan kali ini saya akan menuliskan artikel cara Setting Dropbear  pada VPS Debian 6 untuk digunakan ssh software entah itu peringatan atau warning agar si user tidak melanggar aturan atau salam selamat Datang di saat user login di ssh software.

Pada artikel sebelumnya saya pernah menuliskan Tutorial dan Cara Setting VPN di Windows yang mungkin akan sangat bermanfaat bagi anda atau para pengguna vpn semuanya saya sediakan agar anda dapat dengan mudah mempelajarinya dan semoga artikel di blog ini dapat bermanfaat bagi anda semua yang mencari dan mempelajarinya.

Oke langsung saja akan share Artikel Cara Setting/Setup Setting Dropbear  pada VPS Debian 6 untuk digunakan vps untuk ssh yang saya ambil dari Blog www.irmawan.me:

Setup Dropbear pada Vps Debian 6
Dropbear yang dikembangkan oleh Matt Johnson merupakan implementasi SSH client/server alternatif dengan penggunaan memori yang lebih kecil jika dibandingan dengan OpenSSH. Sebenarnya beberapa waktu lalu saya sempat tidak tertarik dengan Dropbear ini, akan tetapi setelah saya coba pada vps dan memang ternyata tidak membutuhkan memori yang cukup besar apalagi jika vps yang digunakan memiliki kapasitas memori yang sangat minim.

Selain itu, keunggulan dropbear dapat melakukan compile ke 110kb statically linked binary dengan uClibc pada x86 (yg digunakan hanya pilihan minimal saja). Keunggulan lainnya yaitu dropbear bisa  mengimplementasikan X11 forwarding dan authentication-agent forwarding untuk OpenSSH client, kompatibel dengan OpenSSH ~ / .ssh / authorized_keys public key authentication, bisa runing pada inetd/standalone, juga server, client, keygen, dan key converter bisa di compile pada bentuk single binary (ala busybox).
Jadi kesimpulannya yaitu keunggulan dropbear cukup banyak dibandingkan dengan openssh. Supaya tidak tambah bingung, sekarang kita mulai saja cara setup dropbear pada vps yang menggunakan os debian 6.
Seperti biasa, silahkan login menggunakan putty atau tunneling tools lainnya (login sebagai root) untuk mengakses vps teman-teman. Jangan lupa setelah login biasakan melakukan update vps dengan menggunakan perintah:
apt-get update
Jika sudah, selanjutnya langsung instal dropbear menggunakan perintah berikut:
apt-get install dropbear
Sebelum melakukan konfigurasi pada dropbear, pastikan vps teman-teman sudah memiliki nano untuk masuk file konfigurasi. Apabila belum terinstall, silahkan install terlebihdahulu dengan perintah berikut ini: 

apt-get install nano
jika sudah terinstall, langkah selanjutnya yaitu masuk pada file konfigurasi dropbear dengan mengetikan perintah berikut ini:
nano /etc/default/dropbear
pada konfigurasi file ini, cari tulisan "NO_START=1" (tanpa tanda kutip) dan kemudian ganti value-nya menjadi 0 untuk enable dropbear sehingga tulisan tadi akan menjadi seperti ini "NO_START=0".
Kemudian saatnya setting Port dropbear. Masih pada konfigurasi file biasnya default port dropbear pada saat pertama kali terinstall pada vps seperti ini "DROPBEAR_PORT=22". Kebetulan biasanya saya menggunakan port 22 untuk default openssh, jadi walaupun dropbear sudah terinstall, port 22 pada open ssh tetap saya gunakan untuk default  jika ingin melakukan setting vps. Jadi openssh ini tidak saya remove (jika ingin remove openssh dan menggunakan dropbear sebagai default maka usahakan memindahkan port 22 ini dari open ssh ke dropbear dan perintah mengenai remove openssh akan saya jelaskan di bagian akhir postingan ini). Sedangkan jika kita tidak ingin remove openssh maka silahkan diganti  "DROPBEAR_PORT=22" menjadi "DROPBEAR_PORT=143" atau port lainnya sesuai keinginan teman-teman (dan perlu diingat buat yang tidak me-remove openssh berarti port 22 tetap dipakai pada open ssh, jangan dipakai di dropbear supaya gak bingung aplikasinya).
Selanjutnya jika tidak ingin menggunakan ekstra arguments pada dropbear bisa merubah settingan DROPBEAR_EXTRA_ARGS=”" dengan menambahkan tanda (#) dibagian depannya sehingga menjadi #DROPBEAR_EXTRA_ARGS=”". Jika sudah semua, silahkan tekan tombol Ctrl+x kemudian ketik y dan selanjutnya tekan enter.
Langkah terakhir, silahkan restart dropbear dengan perintah:
service dropbear restart
dan coba melakukan tunneling menggunakan bitvise, jika settingan sudah benar semua maka yang nongol di bitvise akan seperti ini:
Jika ingin remove open ssh dan hanya menggunakan dropbear saja, silahkan mengetikan perintah (pastikan sudah memindahkan port 22 dari openssh ke dropbear dan pastikan juga Anda sedang masuk melalui tunnel dropbear sebelum menjalankan perintah turnoff untuk openssh berikut ini) :
/etc/init.d/ssh stop
atau bisa juga dengan perintah

service ssh stop

Kemudian remove:

apt-get remove openssh-server

Pastikan sebelum menjalankan perintah terakhir untuk remove, openssh harus benar-benar berhenti/di stop atau akan berakibat fatal yaitu vpsnya terkunci 😀 pastikan juga port 22 sudah dipindahkan ke dropbear, karena ini default port untuk tunneling.
Semoga Artikel Tutorial dan Cara Setup Dropbear Pada VPS Debian 6 ini dapat bermanfaat bagi shobat sekalian.
Selamat mencoba! 
 Source: www.irmawan.me
loading...

Download

(Visited 13 times, 1 visits today)